“Di usianya yang ke 21 kami terus menunjukan eksistensinya sebagai BPRS yang maju tumbuh berkembang bersama kemaslahatan ummat”

“Sebagai pemegang saham mayoritas, Keluarga Ma’soem sekaligus sebagai pendiri dan pemrakarsa pendirian BPRS AlMasoem, memiliki komitmen untuk menjadikan BPR Syariah ini sebagai Bank yang tumbuh kembang bersama kemaslahatan umat”

Pendirian BPRS AlMasoem bermula dari keinginan seorang pengusaha yang juga merupakan cendikiawan muslim serta tokoh masyarakat daerah Rancaekek yaitu Bapak H. Ma’soem, atas dasar keyakinannya bahwa prinsip-prinsip dan tatanan ekonomi yang berlandaskan Syariah Islam merupakan suatu kebutuhan sekaligus suatu keharusan, hal ini didasarkan pada keyakinan umat yang kuat bahwa Islam adalah ajaran yang tidak hanya mengatur ibadah mahdhah dan muamalah saja, tetapi mengatur juga kehidupan sosial ekonomi.
Atas dasar hal tersebut dengan diprakarsai serta dukungan yang kuat dari putra-putranya yaitu Bpk. H. Nanang Iskandar Ma’soem, SE.,MS, Bpk. H. Entang Rosadi, SH.,MH, Bpk. H. Ceppy Nasahi, Dr.,Ir.,MSC bersama-sama dengan Bpk. H. A.Hidayat, Drs., dan Bpk. H. Rus’an merintis dan mendirikan lembaga keuangan yang beroperasi atas dasar Syariah Islam.
Berdasarkan Akta No. 23 Notaris Gina Riswara Koswara, SH Bandung serta mendapat pengesahan dari Departemen Kehakiman tertanggal 3 November 1993 No. C2-11751.HT.01.01.Th.93, tepat pada tanggal 30 September 1993 secara resmi didirikan Perseroan dengan nama PT. BPR AlMasoem Syariah. Kemudian secara resmi beroperasi setelah mendapat izin usaha dari Departemen Keuangan RI No. Kep/130/KM.17/1994, tertanggal 30 Mei 1994.
Krisis moneter yang menimpa negara Indonesia pada tahun 1997–1998 telah memporakporandakan sebagian besar sendi-sendi perekonomian negeri ini. Sektor perbankan nasional mengalami imbasan yang begitu hebat sehingga terbelit negative spread serta terjadi pembengkakan pembiayaan bermasalah. Akibatnya banyak bank-bank maupun BPRS mengalami kondisi terpuruk dalam pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan terpaksa harus memperoleh rekapitulasi dari pemerintah.
Alhamdulillah saat krisis moneter menghantam sendi-sendi perekonomian negeri ini BPRS AlMasoem dengan sistem perbankan syariah yang diterapkannya mampu melewati situasi krisis ekonomi tersebut dengan hasil yang cukup menggembirakan.
Tahun 2000
Momen masuknya investor diluar lingkungan keluarga Besar Ma’soem, yaitu PT. Permodalan Nasional Madani menanamkan modalnya dalam bentuk penyertaan,

PT. Permodalan Nasonal Madani (PNM), Persero
PT. Permodalan Nasional Madani (Persero), merupakan sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah, didirikan di Jakarta berdasarkan TAP No.XVI/MPR/1998, dengan tujuan utamanya yaitu memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.
Dengan adanya penyertaan tersebut maka berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tertanggal 26 Februari 2001, nama perseroan diubah menjadi PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah PNM AlMasoem atau disingkat PT. BPR Syariah PNM AlMasoem yang kemudian diaktakan dengan akta No. 7 tertanggal 24 Juli 2002 Notaris Siti Heni Rohmah, SH. Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan telah mendapat pengesahan dari Departemen Kehakiman Republik Indonesia No. C-22635.HT.01.04.TH.2002.

Tahun 2005
Melalui inovasi pengembangan produk pembiayaan yang diberikan BPRS AlMasoem, berhasil membuka produk layanan gadai emas syariah, dan merupakan BPRS pertama yang melirik peluang pasar potensial ini. Hingga saat ini komposisi pembiayaan gadai emas syariah mencapai 10.25% atau sebesar Rp. 11,3 Milyar dari total pembiayaan yang diberikan sebesar Rp. 110,56 Milyar.